Wartamelawi.com, Pontianak – Upaya memperkuat sinergi di sektor perkebunan kelapa sawit terus dilakukan. Badan Pengurus Wilayah (BPW) APMI Kalimantan Barat melaksanakan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan GAPKI Cabang Kalimantan Barat pada Senin (13/4/26), guna membangun kolaborasi strategis yang melibatkan pelaku industri, organisasi petani, dan institusi pendidikan.
Badan Pengurus Wilayah (BPW) Asosiasi Petani Milenial dan Perkebunan Indonesia (APMI) Kalimantan Barat melaksanakan kunjungan kerja ke kantor Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Barat yang berlokasi di Komplek Perdana Square No. 21 Pontianak.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BPW APMI Kalbar, M. Fifmansyah, bersama tujuh pengurus lainnya. Turut serta dalam rombongan tersebut para mahasiswa penerima manfaat Program Beasiswa SDM Sawit BPDPKS tahun 2025 dari Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat.
Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris DPW APKASINDO Kalbar, Agus Kuswara, serta Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNU Kalbar, Riko Prasetyo, S.P., M.P., yang turut memberikan pandangan strategis dalam penguatan sektor perkebunan.
Rombongan APMI Kalbar disambut langsung oleh Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalbar, H. Idwar Hanis, bersama jajaran pengurus. Dalam suasana diskusi yang hangat dan konstruktif, berbagai isu strategis dibahas, terutama terkait peluang kerja sama lintas sektor.
Dalam pemaparannya, H. Idwar Hanis menjelaskan peran GAPKI sebagai organisasi yang menaungi perusahaan-perusahaan besar di industri kelapa sawit. Ia juga menyampaikan komitmen GAPKI dalam mendukung penguatan kapasitas organisasi APMI Kalbar, baik melalui program kemitraan maupun pengembangan sumber daya manusia.
Sementara itu, Agus Kuswara menyoroti pentingnya pemahaman terhadap data perkebunan yang akurat serta regulasi yang berlaku di sektor sawit. Menurutnya, hal tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda, khususnya pengurus APMI, dalam menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran APMI dalam membantu menyosialisasikan Program SDM Sawit yang didukung oleh BPDPKS kepada masyarakat luas, agar semakin banyak generasi muda yang tertarik dan terlibat di sektor ini.
Dari sisi akademisi, Riko Prasetyo menyampaikan bahwa Fakultas Pertanian UNU Kalbar siap berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan sektor perkebunan.
Ketua BPW APMI Kalbar, M. Fifmansyah, menyambut baik seluruh masukan yang disampaikan. Ia berharap pertemuan ini menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun kerja sama berkelanjutan demi kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan produktif, serta menghasilkan sejumlah kesepahaman yang akan ditindaklanjuti melalui program kerja sama di masa mendatang. (*Bgs).













