BeritaBerita MelawiDaerahPemerintahWarta Melawi

Bupati Melawi Dukung Langkah Awal Transformasi Digital, BPKAD Melawi Perkuat Sinergi melalui Proyek Perubahan PELITA

175
×

Bupati Melawi Dukung Langkah Awal Transformasi Digital, BPKAD Melawi Perkuat Sinergi melalui Proyek Perubahan PELITA

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Melawi terus mendorong transformasi digital melalui Pelayanan Terintegrasi Berbasis Digital (PELITA) Memasuki minggu kedua pelaksanaan, langkah strategis mulai difokuskan pada penguatan advokasi, komunikasi, kolaborasi, serta komitmen bersama guna mendukung perubahan tata kelola organisasi yang lebih adaptif dan inovatif.

Proyek perubahan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah. Melalui pemanfaatan teknologi digital, PELITA BPKAD diharapkan mampu menghadirkan proses pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi.

Pada tahapan awal ini, penguatan komunikasi dan advokasi menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman yang sama di antara para pemangku kepentingan. Dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar implementasi inovasi tidak hanya berhenti pada pengembangan sistem, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menegaskan bahwa transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan perlu didukung oleh komitmen bersama, kolaborasi lintas sektor, serta kesiapan aparatur dalam mengikuti perkembangan teknologi.

“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, diperlukan komunikasi yang baik, kolaborasi yang kuat, serta komitmen bersama agar setiap inovasi dapat berjalan secara optimal,” ujar Bupati. Senin (26/10/2026).

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif dan terbuka terhadap perubahan. Menurutnya, inovasi di lingkungan pemerintahan harus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas kerja, memperkuat transparansi, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan yang membutuhkan layanan pemerintah daerah.

“Setiap perubahan membutuhkan proses dan dukungan bersama. Saya berharap implementasi PELITA BPKAD dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah, sehingga semakin efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima,” tambahnya.

PELITA BPKAD tidak hanya diposisikan sebagai inovasi berbasis digital, tetapi juga sebagai upaya membangun pola kerja yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan organisasi. Keberhasilannya memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari jajaran internal BPKAD hingga perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Memasuki minggu kedua, penguatan advokasi menjadi salah satu tahapan penting untuk menyatukan persepsi, membangun dukungan, serta memastikan arah perubahan dapat dipahami dan dijalankan secara bersama-sama. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses implementasi sekaligus memperkuat keberlanjutan inovasi.

Melalui Proyek Perubahan PELITA BPKAD, Pemerintah Kabupaten Melawi diharapkan semakin siap menghadapi tantangan transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dengan kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang konsisten, BPKAD Kabupaten Melawi diarahkan menjadi organisasi yang semakin adaptif, transparan, dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250

You cannot copy content of this page