Wartamelawi.com – Kabut asap tebal melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi terutama pada pagi hari dan tengah malam, dengan jarak pandang di beberapa lokasi hanya sekitar 10 meter.
Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, S.P., M.M., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan kondisi kabut asap cukup mengganggu jarak pandang masyarakat, khususnya di wilayah Desa Pemutar dan Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing.
“Pada tanggal 20 sampai 21 Agustus 2026, di Desa Pemutar dan Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, pada pagi sekitar pukul 06.00 sampai 07.00 WIB dan tengah malam, jarak pandang bisa sekitar 10 meter,” ujar Rahmad Mauludin, saat ditemui diruang kerjanya. Sabtu (22/08/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terjadi setiap hari, namun masyarakat diminta tetap waspada karena kabut asap dapat muncul kembali, terutama pada waktu-waktu tertentu.
“Kondisi tersebut tidak setiap hari terjadi. Namun, masyarakat tetap perlu waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas, khususnya saat berkendara,” katanya.
Rahmad juga menyampaikan bahwa kualitas udara di wilayah yang terdampak kabut asap telah masuk dalam kategori buruk dan tidak sehat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok rentan agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap sedang tebal.
“Kondisi udara sudah dikategorikan buruk dan tidak sehat. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, terutama ketika berada di luar rumah atau melakukan aktivitas di tengah kondisi kabut asap,” tegasnya.
Selain penggunaan masker, BPBD Kabupaten Melawi mengingatkan para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di tengah kabut asap. Jarak pandang yang sangat terbatas berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Kami mengimbau masyarakat yang berkendara agar menggunakan masker dan menghidupkan lampu kendaraan ketika kabut asap tebal. Ini penting agar pengendara dapat lebih mudah terlihat oleh kendaraan lain dan mengurangi risiko kecelakaan,” jelas Rahmad.
BPBD Kabupaten Melawi juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi dan imbauan dari pemerintah daerah terkait perkembangan kondisi kabut asap serta menjaga kesehatan selama kualitas udara belum kembali membaik.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat dan segera mencari tempat yang memiliki kualitas udara lebih baik apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. (Bgs).
















