Wartamelawi.com – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali dilakukan jajaran Koramil 1205-01/Nanga Pinoh bersama personel Yonif 642 dan masyarakat di wilayah Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Senin (24/8/2026).
Penanganan dilakukan setelah terdeteksi adanya satu titik panas (hotspot) di wilayah Desa Nanga Kayan. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, titik kebakaran berada pada koordinat 111.601950, -0.242742, dengan luasan lahan terbakar yang tersebar sekitar 1 hingga 1,2 hektare.
Dalam upaya pemadaman tersebut, sebanyak 13 personel diterjunkan, terdiri dari satu anggota Koramil 1205-01/Nanga Pinoh, dua warga setempat, serta 10 personel Yonif 642.
Danramil 1205-01/Nanga Pinoh, Kapten Inf. H. Didik Heru Pamungkas, mengatakan setelah menerima informasi adanya titik panas, pihaknya langsung melakukan koordinasi dan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Begitu mendapatkan informasi adanya titik panas, personel langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melaksanakan groundcheck ke lokasi. Kami memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan pemadaman terhadap api yang masih menyala,” ujar Danramil
Ia menjelaskan, proses pemadaman tidak hanya difokuskan pada api yang terlihat, tetapi juga dilakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala dan meluas.
“Kami tidak hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan kondisi lahan benar-benar aman dan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi menyala kembali. Setelah pemadaman, pemantauan tetap dilakukan,” jelasnya.
Selain melakukan pemadaman, personel di lapangan juga memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
Menurut Danramil, pembakaran lahan yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas, terutama pada kondisi cuaca kering, serta menimbulkan asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat meluas apabila tidak terkendali. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Kapten Inf. H. Didik Heru Pamungkas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan Karhutla.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Apabila melihat adanya titik api atau mengetahui aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” imbaunya.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar serta memberikan pemahaman mengenai dampak dan risiko yang dapat ditimbulkan.
“Pencegahan harus menjadi perhatian kita bersama. Kami terus memberikan sosialisasi agar masyarakat dapat berkebun dan bercocok tanam dengan cara yang lebih aman tanpa melakukan pembakaran lahan,” tambahnya.
Berkat respons cepat dan kerja sama antara personel Koramil, Yonif 642 dan masyarakat, api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan. Petugas kemudian memastikan kondisi lahan dalam keadaan aman dan tidak terdapat api yang masih menyala.
Danramil menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla akan terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan di wilayah, khususnya terhadap potensi munculnya titik api. Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif karena pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama,” pungkas Kapten Inf. H. Didik Heru Pamungkas. (Bgs).
















