Berita MelawiDaerahDesaEdukasiPariwisataRagamSosialWarta Melawi

Ekspedisi Hulu Juang “GEMPA” FISIP UNTAN Angkatan XXXV Sukses Gelar Aksi Sosial hingga Pengibaran Merah Putih di Gunung Tukung

23
×

Ekspedisi Hulu Juang “GEMPA” FISIP UNTAN Angkatan XXXV Sukses Gelar Aksi Sosial hingga Pengibaran Merah Putih di Gunung Tukung

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (“GEMPA”) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Ekspedisi Hulu Juang Angkatan XXXV. Kegiatan yang menjadi agenda wajib bagi anggota Angkatan XXXV tersebut dilaksanakan pada 10 hingga 19 Agustus 2026 di Dusun Tanjung Utama, Desa Madya Raya, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Mengusung tema “Pengabdian kepada Masyarakat melalui Aksi Sosial dan Edukasi dalam Rangka Memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81”, ekspedisi ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, sosial, kebencanaan, pelestarian lingkungan, serta penguatan semangat nasionalisme. Selain melaksanakan aksi sosial, para peserta juga mendokumentasikan potensi alam dan kehidupan masyarakat pedalaman Melawi melalui film dokumenter yang diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan alam dan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Ketua Panitia Ekspedisi Hulu Juang Angkatan XXXV, Dedy Alfajar Saputra, mengatakan bahwa Ekspedisi Hulu Juang merupakan agenda wajib organisasi yang tidak hanya bertujuan membentuk karakter anggota “GEMPA”, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Adapun yang saya sampaikan adalah progres dari XPDC Hulu Juang. Kami panitia ekspedisi telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan di SD 10 Nanga Tonting,” ujar Dedy. Senin (24/08/2026).

Selain sosialisasi mengenai lingkungan, panitia juga melaksanakan edukasi tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di SMP 03 Sayan. Dalam kegiatan tersebut, panitia turut memberikan buku pelajaran sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pendidikan para siswa.

“Kami juga melakukan sosialisasi pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memberikan buku pelajaran di SMP 03 Sayan,” lanjutnya.

Dalam rangkaian kegiatan sosial tersebut, Ekspedisi Hulu Juang Angkatan XXXV juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi. Dinas Sosial Kabupaten Melawi memberikan bantuan berupa enam tas paket untuk ibu hamil, sedangkan BPBD Kabupaten Melawi memberikan bantuan berupa 10 buah matras dan 10 buah selimut.

Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilaksanakan selama rangkaian Ekspedisi Hulu Juang di Desa Madya Raya. Meski demikian, Dedy menjelaskan bahwa agenda sosialisasi yang sebelumnya direncanakan bersama Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Melawi belum dapat terlaksana karena adanya keterbatasan dan sejumlah kendala.

“Adapun yang tidak terlaksana adalah sosialisasi dari Dinas Sosial Kabupaten Melawi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Melawi, dikarenakan keterbatasan dan halangan. Namun, dukungan bantuan dari kedua instansi tetap diberikan dalam rangkaian kegiatan ini,” jelas Dedy.

Selain kegiatan pendidikan dan sosial, panitia juga melaksanakan sejumlah kegiatan yang mendukung fasilitas Desa Madya Raya. Panitia membuat plang petunjuk arah dan plang penunjuk rumah perangkat desa. Selain itu, renovasi juga dilakukan pada Gapura Desa Madya Raya sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas dan lingkungan desa.

“Telah membuat plang petunjuk arah dan plang penunjuk rumah perangkat desa. Lalu kami juga melakukan renovasi di Gapura Desa Madya Raya,” ungkap Dedy.

Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 juga diwujudkan melalui berbagai perlombaan yang melibatkan siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, serta masyarakat Desa Madya Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

“Kami juga melaksanakan perlombaan menyambut Hari Kemerdekaan NKRI ke-81 tahun, yang diikuti oleh peserta SD, SMP, dan warga Desa Madya Raya,” katanya.

Puncak Ekspedisi Hulu Juang Angkatan XXXV dilaksanakan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para peserta bersama warga Desa Madya Raya melaksanakan upacara sekaligus pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Tukung yang memiliki ketinggian sekitar 1.174 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Pengibaran Sang Saka di puncak Gunung Tukung menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dan puncaknya kami dan warga Desa Madya Raya melakukan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Tukung 1.174 MDPL,” tutur Dedy.

Dedy menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan Ekspedisi Hulu Juang Angkatan XXXV diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan organisasi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman, edukasi, dan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Madya Raya.

“Momentum Hari Kemerdekaan kami maknai melalui pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Tukung sebagai simbol nasionalisme. Kami berharap semangat cinta tanah air, kepedulian terhadap masyarakat, dan komitmen menjaga alam dapat terus tumbuh dalam diri setiap peserta maupun masyarakat yang terlibat,” tutup Dedy.

Sementara itu, Joko Tison, Kepala Desa Madya Raya, saat dihubungi wartawan Wartamelawi.com, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Ekspedisi Hulu Juang “GEMPA” FISIP UNTAN di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif bagi masyarakat karena tidak hanya melaksanakan kegiatan ekspedisi, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial, pendidikan, lingkungan, perlombaan, serta berbagai aktivitas yang mempererat kebersamaan dengan warga.

“Kunjungan adik-adik “GEMPA” FISIP UNTAN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Mereka melaksanakan berbagai kegiatan sosial, mengadakan perlombaan yang melibatkan anak-anak dan ibu-ibu, serta turut menumbuhkan rasa kecintaan kami terhadap alam,” ujar Joko.

Menurutnya, salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan bersama warga untuk menginjakkan kaki di kawasan Gunung Tukung dan melaksanakan apel di puncaknya. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus sejarah baru bagi masyarakat Desa Madya Raya.

“Kami juga merasa bersyukur berkat adik-adik “GEMPA”, kami bisa menginjakkan kaki di Bukit Tukung. Bersama warga, kami bisa melaksanakan apel di puncak Bukit Tukung. Ini menjadi pengalaman dan sejarah baru bagi kami. Kebersamaan selama kegiatan juga menciptakan banyak kenangan yang penuh kebahagiaan,” katanya.

Joko juga mengapresiasi sikap toleransi yang ditunjukkan para mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, meskipun sebagian besar peserta berasal dari latar belakang agama yang berbeda dengan sebagian masyarakat setempat, mereka tetap mampu berbaur, makan dan minum bersama, serta membangun kebersamaan tanpa membeda-bedakan suku maupun agama.

“Walaupun mayoritas anak-anak “GEMPA” beragama Muslim, mereka menunjukkan rasa toleransi antarumat beragama. Mereka mau makan dan minum bersama masyarakat tanpa memilih-milih. Ini membuat kami semakin yakin bahwa suku dan agama bukanlah pembatas untuk bergaul dan membangun kebersamaan,” ungkapnya.

Selaku Kepala Desa Madya Raya sekaligus mewakili seluruh masyarakat, Joko mengaku bahagia dan merasa dihormati karena Desa Madya Raya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Ekspedisi Hulu Juang “GEMPA” FISIP UNTAN.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik “GEMPA” FISIP UNTAN. Bagi kami, ini merupakan suatu kehormatan karena Desa Madya Raya dipercaya menjadi salah satu lokasi kunjungan dan pelaksanaan Ekspedisi Hulu Juang. Kehadiran mereka memberikan manfaat dan pengalaman positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, salah satu kontribusi sederhana namun bermanfaat yang diberikan tim ekspedisi adalah pembuatan plang nama rumah Kepala Desa dan para perangkat desa. Menurutnya, hal tersebut sebelumnya tidak terpikirkan oleh Pemerintah Desa, tetapi ternyata memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Salah satu dampak positif yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh kami Pemerintah Desa Madya Raya adalah tim ekspedisi membuatkan plang nama rumah Kepala Desa dan para perangkat desa. Memang sederhana, tetapi manfaatnya cukup besar karena dapat membantu masyarakat maupun warga dari luar desa mengetahui lokasi rumah perangkat desa,” jelasnya.

Joko berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di Desa Madya Raya pada masa mendatang. Ia juga berharap hubungan baik dan kebersamaan yang telah terbangun antara “GEMPA” FISIP UNTAN, Pemerintah Desa, dan masyarakat dapat terus berlanjut.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan di Desa Madya Raya. Mudah-mudahan kerja sama dan hubungan baik yang sudah terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Joko Tison.

Joko Tison juga mengapresiasi antusiasme para perangkat desa (parades) yang turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan Ekspedisi Hulu Juang GEMPA FISIP UNTAN. Menurutnya, keterlibatan para perangkat desa bahkan melebihi ekspektasi yang sebelumnya ia bayangkan.

“Antusiasme para perangkat desa melebihi ekspektasi saya selaku Kepala Desa. Mereka selalu setia mendampingi hampir seluruh kegiatan yang dilaksanakan adik-adik FISIP UNTAN. Bahkan ketika ada kegiatan pendakian atau muncak ke Gunung Tukung, antusiasme warga dan perangkat desa sangat tinggi. Kalau tidak kami batasi, mungkin bisa sampai 30 bahkan 40 orang yang ingin ikut,” ungkap Joko.

Ia menilai tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kehadiran GEMPA FISIP UNTAN telah mampu membangun kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat Desa Madya Raya.

Hal senada juga disampaikan oleh Satya Bernando Yoga, Ketua Kegiatan XPDC Hulu Juang tidak hanya menjadi aktivitas menjelajah dan berinteraksi dengan alam bebas, tetapi juga menjadi momentum bagi anggota “GEMPA” FISIP UNTAN untuk mengimplementasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya poin ketiga, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya kegiatan XPDC merupakan salah satu agenda wajib yang memiliki nilai lebih dari sekadar kegiatan alam bebas. Menurutnya, setiap pelaksanaan ekspedisi harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi anggota untuk belajar dan mengembangkan kepedulian sosial.

“XPDC merupakan kegiatan wajib dari “GEMPA” FISIP UNTAN. Kebetulan kali ini kegiatan XPDC bernama XPDC Hulu Juang yang berlangsung di Kabupaten Melawi, Kecamatan Sayam, Desa Madya Raya, Dusun Tanjung Utama,” ujar Yoga.

Ia menjelaskan, XPDC Hulu Juang menjadi kesempatan bagi para anggota untuk menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam hal pengabdian kepada masyarakat.

“Bagi saya sendiri, XPDC Hulu Juang ini bukan hanya tentang kegiatan di alam bebas, tetapi bagaimana kami sebagai anggota “GEMPA” FISIP UNTAN menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Yoga juga katakan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan di tengah masyarakat menjadi pengalaman penting untuk membangun kepekaan sosial. Selain menjalankan aktivitas ekspedisi, anggota “GEMPA” FISIP UNTAN diharapkan mampu berinteraksi secara positif dengan masyarakat serta memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas organisasi.

Lebih lanjut, ia menyebut XPDC Hulu Juang juga memiliki makna khusus karena dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

“Kegiatan XPDC Hulu Juang ini juga merupakan rasa semangat nasionalisme kami dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun,” ungkapnya.

Semangat kemerdekaan tersebut, lanjutnya, tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Bagi “GEMPA” FISIP UNTAN, pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.

Melalui XPDC Hulu Juang, “GEMPA” FISIP UNTAN berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat karakter anggota, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan mahasiswa.

Kegiatan di Kabupaten Melawi tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi anggota “GEMPA” FISIP UNTAN untuk memahami kondisi masyarakat secara langsung, membangun solidaritas, serta menjadikan pengalaman di alam bebas sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengabdian. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250