ATR/BPNKantah MelawiWarta Melawi

Pembinaan SPIP dan Manajemen Risiko Jadi Langkah Strategis Kantah Melawi

44
×

Pembinaan SPIP dan Manajemen Risiko Jadi Langkah Strategis Kantah Melawi

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Kantor Pertanahan Kabupaten Melawi mengikuti agenda Pembinaan Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (18/05/26).

Dalam kegiatan ini hadir sebagai narasumber Kepala Bagian Manajemen Risiko, Ibu Ir. Iin Herawati, S.T., M.T., M.M., CRMP., CRGP., QCRO. beserta tim, yang memberikan arahan serta materi pembelajaran terkait penguatan implementasi SPIP dan budaya sadar risiko di lingkungan kerja.

Dari Kantor Pertanahan Kabupaten Melawi, kegiatan strategis ini diikuti secara daring oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Melawi, Bagus Ariyadi, didampingi oleh jajaran Pejabat Pengawas.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Melawi, Bagus Ariyadi, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan instansi.

“Melalui pembinaan implementasi SPIP dan manajemen risiko ini, kami berharap seluruh jajaran semakin memahami pentingnya budaya sadar risiko dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, bersih, efektif, dan efisien, kualitas pelayanan pertanahan dapat terus meningkat secara maksimal dan akuntabel,” ujar Bagus Ariyadi.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Ir. Iin Herawati, S.T., M.T., M.M., CRMP., CRGP., QCRO., menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian internal pemerintah.

“Implementasi SPIP dan manajemen risiko bukan hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan organisasi yang adaptif, transparan, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ungkapnya.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta penerapan SPIP dan budaya sadar risiko di lingkungan instansi, sehingga dapat mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang semakin profesional dan terpercaya. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250