BeritaKalbarWarta Luar DaerahWarta Melawi

PPM FISIP UNTAN Kelompok 2 Dorong Penguatan Gizi dan Percepatan Penurunan Stunting di Rasau Jaya

110
×

PPM FISIP UNTAN Kelompok 2 Dorong Penguatan Gizi dan Percepatan Penurunan Stunting di Rasau Jaya

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com, Rasau Jaya – PPM FISIP Universitas Tanjungpura (UNTAN) Kelompok 2 terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil dan anak balita sebagai bagian dari upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi kebijakan penguatan gizi yang digelar di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak. Edukasi yang diberikan tidak hanya membahas persoalan stunting, tetapi juga mendorong keluarga memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.

PPM FISIP UNTAN Kelompok 2 juga mengajak masyarakat memahami peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung program pemerintah. Menurut tim, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan masyarakat secara aktif serta kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ketua PPM FISIP UNTAN Kelompok 2, Prof. Dr. H. Martoyo, MA, mengatakan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi sehingga penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan, perilaku keluarga, lingkungan, sanitasi, akses pangan bergizi, serta bagaimana kebijakan pemerintah dipahami dan dilaksanakan di tengah masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan semua pihak,” ujar Prof. Martoyo.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membantu menerjemahkan kebijakan pemerintah agar lebih mudah dipahami masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat menjadi jembatan antara kebijakan dan persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.

“PPM FISIP UNTAN Kelompok 2 hadir untuk memperkuat literasi masyarakat. Kami ingin agar masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu stunting, tetapi juga memahami kebijakan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegahnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga memperoleh gambaran mengenai kondisi stunting di Kecamatan Rasau Jaya berdasarkan data dari Puskesmas Kecamatan Rasau Jaya. Berdasarkan laporan stunting Triwulan II yang dipaparkan dalam kegiatan, tercatat sebanyak 197 balita stunting yang tersebar di enam desa.

Data tersebut menunjukkan Rasau Jaya Satu memiliki 65 kasus atau 9,76 persen, Rasau Jaya Dua sebanyak 41 kasus atau 8,87 persen, Rasau Jaya Tiga sebanyak 18 kasus atau 4,59 persen, Rasau Jaya Umum sebanyak 48 kasus atau 9,25 persen, Bintang Mas sebanyak lima kasus atau 5,32 persen, dan Pematang Tujuh sebanyak 20 kasus atau 11,9 persen.

Data tersebut menjadi salah satu bahan penting dalam melihat kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah edukasi dan intervensi yang lebih tepat sasaran. Tim PPM FISIP UNTAN Kelompok 2 menilai pembaruan data secara berkala sangat diperlukan agar berbagai program penanganan stunting dapat disusun berdasarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.

Dalam sesi edukasi, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Materi antara lain mencakup pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI, hingga peran keluarga dalam memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.

Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui diskusi, tanya jawab, dan penggunaan media edukasi. Melalui metode tersebut, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, kondisi, maupun berbagai kendala yang mereka hadapi dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Edukasi juga menyoroti pentingnya faktor lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Ketersediaan air bersih, sanitasi yang baik, kepemilikan jamban sehat, pola asuh, serta keberadaan dan penguatan fungsi Posyandu menjadi sejumlah aspek yang turut mendapatkan perhatian.

Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting dalam intervensi sensitif yang mendukung upaya pencegahan stunting. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai faktor tersebut, diharapkan keluarga dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Rasau Jaya yang mewakili Camat Rasau Jaya menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukasi yang dilaksanakan PPM FISIP UNTAN Kelompok 2. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi memberikan tambahan dukungan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai persoalan gizi dan stunting.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PPM FISIP UNTAN Kelompok 2 yang telah hadir dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Puskesmas, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara konsisten.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan ke depan dapat terus terjalin kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Puskesmas, masyarakat, dan Universitas Tanjungpura,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, PPM FISIP UNTAN Kelompok 2 menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi kebijakan yang berangkat dari persoalan nyata di tingkat lokal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

PPM FISIP UNTAN Kelompok 2 berharap edukasi yang telah diberikan dapat memperkuat kesadaran keluarga dan masyarakat untuk mengambil peran dalam mencegah stunting. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, upaya membangun generasi Rasau Jaya yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas diharapkan dapat terus diperkuat. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250