Berita MelawiWarta Melawi

Satgas dan Relawan Karhutla Melawi Butuh Asupan, KPA Ciwanadri Dorong Kolaborasi Dapur MBG

36
×

Satgas dan Relawan Karhutla Melawi Butuh Asupan, KPA Ciwanadri Dorong Kolaborasi Dapur MBG

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Perjuangan para Satuan Tugas (Satgas) dan relawan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi tidak hanya membutuhkan peralatan pemadaman, tetapi juga dukungan logistik, terutama makanan dan minuman bagi mereka yang berhari-hari berjibaku di lapangan.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum KPA Ciwanadri Kabupaten Melawi, Dea Kusumah Wardhana, mengusulkan agar keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan para Satgas dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Menurut Dea, para petugas yang berada di garis depan tidak boleh dibiarkan berjuang hanya dengan mengandalkan bekal seadanya. Mereka membutuhkan asupan makanan yang cukup agar tetap memiliki tenaga dan kondisi fisik yang prima saat melakukan pemadaman.

“Mereka berjuang dari pagi, siang, bahkan sampai malam. Api yang mereka hadapi bukan perkara kecil. Di tengah panas, asap dan keterbatasan air, mereka tetap bertahan. Jangan sampai urusan makan mereka justru terabaikan,” ujar Dea. Senin (31/8/2026).

Ia berharap dapur MBG yang ada di Kabupaten Melawi dapat dilibatkan dalam situasi darurat seperti karhutla, khususnya untuk membantu menyediakan makanan bagi personel Satgas, relawan maupun masyarakat yang terdampak dan terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.

Menurutnya, konsep tersebut tidak harus mengambil alih program MBG, namun dapat menjadi bentuk dukungan kemanusiaan dan kolaborasi lintas pihak ketika daerah menghadapi kondisi darurat bencana asap.

“Kalau dapur MBG bisa membantu menyiapkan makanan untuk para pejuang karhutla, tentu ini akan sangat berarti. Mereka tidak meminta banyak. Mereka hanya butuh dukungan agar bisa terus bertahan di lapangan,” katanya.

Dea menilai, penanganan karhutla membutuhkan gotong royong seluruh elemen. Pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, organisasi relawan, dunia usaha hingga masyarakat harus bergerak bersama.

Sebab, lanjutnya, memadamkan api bukan hanya soal air dan selang pemadam, tetapi juga soal memastikan orang-orang yang berada di garis depan tetap kuat untuk menjalankan tugasnya.

“Mari kita jangan hanya melihat mereka ketika api sudah besar. Perhatikan juga kebutuhan mereka ketika sedang berjuang. Secangkir air, sebungkus nasi, dan dukungan masyarakat mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi mereka yang sedang berjibaku dengan api, itu adalah energi untuk terus bertahan,” ungkapnya.

KPA Ciwanadri Kabupaten Melawi pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan nyata kepada para Satgas dan relawan karhutla.

Karena di balik asap yang mengepul dan api yang membara, ada orang-orang yang mempertaruhkan tenaga, waktu bahkan keselamatan mereka demi menjaga masyarakat dan lingkungan. (Bgs).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250