BeritaPublik FigurRagamWarta Melawi

Hari Lahir Pancasila Jadi Alarm Sosial, Heri Iskandar Soroti Beban Rakyat Akibat Kenaikan BBM dan Harga Pokok

93
×

Hari Lahir Pancasila Jadi Alarm Sosial, Heri Iskandar Soroti Beban Rakyat Akibat Kenaikan BBM dan Harga Pokok

Sebarkan artikel ini
Foto : H. Heri Iskandar, SH.,MH Anggota Komisi III DPRD Melawi

Wartamelawi.com – Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin, 1 Juni 2026, muncul refleksi mendalam sekaligus peringatan bagi seluruh elemen bangsa. Nilai-nilai luhur yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia kembali diingatkan, bukan sekadar sebagai simbol pemersatu, melainkan sebagai pedoman dalam menjalankan kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan oleh H. Heri Iskandar, S.H., M.H., Anggota DPRD Kabupaten Melawi dari Fraksi PKB, saat memberikan keterangan kepada awak media di kediamannya, Senin (01/05/26) pagi.

Menurut Heri Iskandar, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum evaluasi terhadap implementasi sila-sila Pancasila, khususnya sila kelima, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ia menilai kondisi masyarakat, terutama di pedesaan, saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kebutuhan pokok, serta menurunnya harga sejumlah komoditas unggulan.

“Pancasila lahir dari pemikiran para pendiri bangsa agar rakyat Indonesia hidup dalam persatuan, keadilan, dan kesejahteraan. Di Melawi, mayoritas masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan usaha kecil. Hari ini kita perlu bertanya, apakah keadilan sosial itu sudah benar-benar dirasakan ketika harga BBM naik, harga beras, pupuk, dan kebutuhan dasar lainnya terus meningkat, sementara pendapatan masyarakat tidak ikut bertambah? Bahkan harga komoditas utama seperti kelapa sawit justru mengalami penurunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga energi dan kebutuhan pokok menimbulkan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat. Biaya produksi meningkat, ongkos distribusi hasil pertanian dan perkebunan bertambah, sementara daya beli masyarakat terus melemah.

Menurutnya, kondisi tersebut paling dirasakan oleh masyarakat desa yang memiliki keterbatasan akses dan sarana pendukung ekonomi. Karena itu, pemerintah pusat maupun daerah diminta lebih serius menghadirkan kebijakan yang mampu melindungi dan memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.

“Pemerintah harus mengingat kembali komitmen pembangunan desa. Dana desa, alokasi pembangunan, dan kebijakan ekonomi harus benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Jangan sampai pembangunan hanya terpusat di perkotaan, sementara desa masih tertinggal dan masyarakatnya terus menghadapi kesulitan. Komitmen membangun desa harus dibuktikan melalui kebijakan yang mampu meringankan beban rakyat, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, dan memastikan hasil bumi masyarakat memiliki nilai jual yang layak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Heri Iskandar menekankan bahwa semangat persatuan dalam Pancasila mengandung makna bahwa tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal atau menanggung beban secara tidak proporsional. Ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok, penyaluran subsidi yang tepat sasaran, penguatan ekonomi pedesaan, serta perlindungan terhadap harga jual hasil pertanian dan perkebunan.

“Apabila Hari Lahir Pancasila hanya diperingati melalui upacara seremonial sementara rakyat semakin kesulitan menghadapi tekanan ekonomi, maka esensi dari nilai-nilai Pancasila akan kehilangan maknanya. Momentum ini harus menjadi titik balik agar pemerintah benar-benar hadir, peduli, dan berkomitmen membangun desa serta memperkuat ekonomi rakyat demi terwujudnya keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa,” pungkasnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Melawi diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai dasar negara harus diwujudkan dalam setiap kebijakan pembangunan dan pelayanan publik, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok desa. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250