Berita MelawiBPBD MelawiKalbarKarhutlaWarta Melawi

Karhutla Melawi Meluas, 510 Hektare Lahan Terbakar, Kapolsek Menukung Dilarikan ke Rumah Sakit

37
×

Karhutla Melawi Meluas, 510 Hektare Lahan Terbakar, Kapolsek Menukung Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Hingga Senin, 31 Agustus 2026, sedikitnya 510 hektare lahan dilaporkan terbakar di lima wilayah.

Kebakaran terjadi di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, Desa Manding, Kecamatan Pinoh Utara, serta wilayah Kecamatan Menukung.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima sekitar pukul 11.45 WIB berdasarkan laporan kepala desa dan masyarakat. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Melawi kemudian melakukan pemadaman sekaligus monitoring di sejumlah lokasi terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, SP., M.M., M.Pd.K., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Mauludin, mengatakan kondisi di sejumlah lokasi masih membutuhkan penanganan serius karena api belum sepenuhnya padam.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, Karhutla terjadi di lima wilayah, yakni Desa Nanga Kayan, Desa Batu Nanta, Desa Manggala, Desa Manding dan Kecamatan Menukung. Tim di lapangan terus melakukan pemadaman dan monitoring terhadap titik-titik api yang masih menyala,” ujar Rahmad Mauludin.

Di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, kebakaran menghanguskan lahan gambut dengan luas sekitar 240 hektare. Api masih menyala dan terus menyebar karena kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut.

Sementara di Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 140 hektare. Api juga masih menyala dan berpotensi meluas.

“Untuk Desa Nanga Kayan dan Batu Nanta, kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut. Kondisi ini menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman karena api dapat bertahan dan menyebar di bawah permukaan tanah,” jelasnya.

Di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, sekitar 56 hektare semak belukar dan hutan adat terbakar. Api dilaporkan terus menjalar ke arah perkebunan warga.

Kemudian di Desa Manding, Kecamatan Pinoh Utara, sekitar 54 hektare lahan gambut, semak belukar dan perkebunan warga turut terbakar. Hingga laporan terakhir, api masih menyala.

Sedangkan di Kecamatan Menukung, luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 20 hektare. Kebakaran melanda semak belukar dan perkebunan sawit hingga berdampak terhadap rumah warga dan rumah walet milik Oco Juku.

“Di Desa Manggala api masih menjalar ke arah perkebunan warga. Sementara di Desa Manding dan Menukung juga masih terdapat api yang harus segera ditangani agar tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ungkap Rahmad.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Melawi, total luasan lahan yang terbakar di lima wilayah tersebut mencapai sekitar 510 hektare. Angka tersebut masih dapat berubah sesuai hasil pendataan dan pemantauan lanjutan di lapangan.

Penanganan Karhutla juga berdampak terhadap petugas yang berada di lapangan. Kapolsek Menukung, Suyono, yang turut terlibat dalam proses pemadaman dilaporkan harus mendapatkan perawatan di RSUD Melawi setelah terlalu lama menghirup asap.

“Kapolsek Menukung, Bapak Suyono, yang turut terlibat dalam proses pemadaman mengalami dampak akibat terlalu lama menghirup asap. Beliau kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan di RSUD Melawi,” kata Rahmad.

Selain itu, kebakaran di Kecamatan Menukung juga dilaporkan menyebabkan rumah pribadi dan rumah walet milik Oco Juku terdampak.

Rahmad mengatakan, petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses penanganan Karhutla. Jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari pusat Kabupaten Melawi membuat mobilisasi personel dan peralatan membutuhkan waktu. Kondisi lahan gambut di Nanga Kayan dan Batu Nanta juga menjadi tantangan tersendiri.

“Kendala di lapangan cukup banyak, mulai dari jarak lokasi yang jauh, minimnya sumber air, medan yang sulit dilalui kendaraan roda empat hingga keterbatasan peralatan pemadam. Selain itu, belum tersedianya mesin pompa di setiap desa juga menjadi kendala dalam melakukan penanganan awal,” tuturnya.

Melihat kondisi Karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah, BPBD Kabupaten Melawi membutuhkan dukungan penanganan lebih lanjut, terutama untuk lokasi yang sulit dijangkau dan memiliki luasan kebakaran cukup besar.

“Kebutuhan mendesak saat ini antara lain dukungan Satgas water bombing, sarana dan prasarana penanganan Karhutla serta Dana Siap Pakai atau DSP. Dukungan tersebut sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau,” tegas Rahmad.

BPBD Kabupaten Melawi bersama unsur terkait terus melakukan pemadaman dan monitoring terhadap lokasi yang masih terbakar melibatkan Koramil 1205 Nanga Pinoh/ BKO TNI , Damkar Melawi, Pol PP Melawi, MDMC Melawi, Polsek Nanga Pinoh dan warga Desa Manding. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas, khususnya ke permukiman dan perkebunan masyarakat.

Pemerintah kecamatan dan desa juga diharapkan aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan, terlebih di tengah kondisi cuaca kemarau.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Mengingat kondisi cuaca yang masih kering, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Apabila terjadi kebakaran, segera laporkan kepada BPBD, pemerintah desa, kecamatan maupun kepolisian setempat agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkas Rahmad.

Ia juga berharap pemerintah kecamatan dan desa dapat menyiapkan peralatan pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi awal sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Data luasan dan kondisi kebakaran tersebut merupakan data sementara berdasarkan laporan penanganan hingga 31 Agustus 2026 dan masih dapat berubah sesuai hasil pemantauan serta pendataan lanjutan di lapangan. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250