Berita MelawiBPBD MelawiKarhutlaPemerintahPolres MelawiTNI PolriWarta Melawi

Karhutla Melawi Tak Lagi Sekadar Potensi, 196 Personel Gabungan Disiagakan

122
×

Karhutla Melawi Tak Lagi Sekadar Potensi, 196 Personel Gabungan Disiagakan

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Pemerintah Kabupaten Melawi bersama jajaran TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, Dinas Kesehatan, PDAM dan sejumlah instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Melawi Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) di Kopi Saring, Jalan Juang Nanga Pinoh KM 1. Rakor digelar sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi dalam menghadapi Karhutla yang mulai terjadi secara masif di sejumlah wilayah Melawi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, menegaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Melawi yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana, terutama dengan keterbatasan jumlah personel, sarana dan prasarana. Karena itu, penanganan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas di tingkat kabupaten, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat.

“Luas wilayah Kabupaten Melawi ini cukup besar, sehingga tidak mungkin seluruh wilayah bisa kita jangkau hanya dengan mengandalkan personel yang ada di tingkat kabupaten. Karena itu, kolaborasi sampai ke tingkat kecamatan dan desa sangat penting untuk mengantisipasi dan menangani Karhutla,” ujar Paulus.

Paulus juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah memproses penetapan status tanggap darurat bencana sebagai dasar hukum untuk mengajukan dukungan penanganan kepada pemerintah di tingkat lebih tinggi. Ia mengapresiasi langkah cepat BPBD Melawi yang tetap melakukan penanganan di lapangan meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran, personel maupun sarana prasarana.

Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta mengganggu berbagai aktivitas apabila kebakaran meluas. “Kita saling menjaga dari potensi atau bahaya kebakaran, karena ini sangat merugikan kita semua. Di musim kemarau ini, potensi terjadinya kebakaran cukup rentan, sehingga ini harus kita jaga secara bersama-sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Paulus meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, instansi terkait hingga masyarakat di tingkat desa, untuk terus meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Ia berharap sinergi lintas sektoral yang telah dibangun dapat berjalan konsisten, sehingga setiap titik api maupun potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang dan meluas.

“Mari kepada seluruh masyarakat, kita bersama-sama menjaga agar Kabupaten Melawi bisa terhindar dari kebakaran dan bahaya kebakaran. Pencegahan ini membutuhkan kepedulian dan kerja sama kita semua,” pungkas Paulus.

Dalam rakor tersebut, Kabag Ops Polres Melawi AKP Bhakti Juni Ardi menyampaikan bahwa Karhutla di Melawi saat ini bukan lagi sekadar potensi, melainkan sudah terjadi secara masif dengan kondisi sejumlah lokasi yang sulit dijangkau. Polres Melawi bersama unsur terkait menyiapkan kekuatan gabungan sebanyak 196 personel yang terdiri dari Polres Melawi 102 personel, Manggala Agni 30 personel, BPBD 16 personel, Satpol PP 20 personel dan KPH Melawi 20 personel. Kekuatan tersebut masih dapat ditambah dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta instansi terkait lainnya.

Selain kesiapan personel, Polres Melawi juga menyiagakan armada Auto Water Cannon (AWC) dan mesin pompa portabel di sejumlah Polsek. Namun, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala karena armada AWC hanya efektif menjangkau wilayah dengan kondisi jalan yang memadai, sementara sebagian titik Karhutla berada di kawasan perbukitan dan sulit dilalui kendaraan.

Untuk memperkuat pencegahan, Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Polsek juga akan dioptimalkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah dan aparat juga mendorong perusahaan yang beroperasi di wilayah Melawi untuk menyerahkan data embung, menara pengawas serta peralatan pemadaman Karhutla yang tersedia di wilayah konsesi masing-masing agar dapat mendukung penanganan ketika terjadi kebakaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, Arif Santoso, S.KM., M.KM., memastikan pihaknya bersama PMI siap memberikan dukungan dalam penanganan dampak Karhutla. Dinas Kesehatan juga akan melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat dan menyiagakan puskesmas apabila situasi membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Seluruh pihak sepakat bahwa peningkatan kewaspadaan, pemantauan wilayah rawan, kesiapan personel dan sarana pemadaman serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci dalam mencegah Karhutla semakin meluas di Kabupaten Melawi selama musim kemarau 2026. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250