Berita MelawiKarhutlaTNIWarta Melawi

Kebun Sawit 5 Hektar Milik Warga Kayan Hilir Terbakar, Tim Penyuluh Karhutla TNI: Kerugian Capai Ratusan Juta

34
×

Kebun Sawit 5 Hektar Milik Warga Kayan Hilir Terbakar, Tim Penyuluh Karhutla TNI: Kerugian Capai Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com, Sintang – Ketua Kelompok Penyuluh Satgas Karhutla TNI wilayah Kanan Hilir Kolonel Arh Saptarendra Prasada, S.T., M.M., melakukan dialog dengan seorang warga Kayan Hilir, Akiam (62 tahun) yang mengalami kerugian mencapai ratusan juta akibat kebun sawit yang bersangkutan terbakar seluas 5 hektar, Selasa (01/09/2026).

Diungkapan Saptarendra, kegiatan penyuluhan pencegahan dan pengendalian Karhutla yang dillaksanakan tidak hanya dialog dengan aparat maupn tokoh adat juga dilakukan komunikasi sosial.

“Diantaranya, Pak Akiam, warga Desa Ng mau kecamatan Kayan Hilir, yang kebun sawit milik bersangkutan terbakar dan tidak tahu pelakunya. Lahan seluas 5 hektar”ujar Sapta.

“Jumlah sawit yang terbakar mencapai 500 pohon dan telah berusia 2 tahun,”imbuh dia.

Jika dikalkulasi dengan denda adat, lanjut perwira kecabangan Arhanud itu, semestinya mendapatkan penggantian sekitar Rp.100 juta an.

“Denda adat di Kayan Hilir sangat ketat, jika ada pohon orang lain yang terbakar maka harus mengganti Rp. 150.000 per pohon karet dan Rp. 250.000 per pohon sawit. Tapi karena pelakunya tidak diketahui maka pak Akiam pun hanya bisa pasrah,”terang Sapta.

Untuk diketahui, Kebun Sawit milik Akiam seluas 5 Hektar (umur tanam 2 tahun) yang terletak di Belonti Desa Monbay begunuk kec Kayan hilir terbakar pada Sabtu (29/08/ 2026) sekitar pukul 19.45 WIB dengan penyebab tidak diketahui.

“Akibat kelalaian seseorang, bisa berdampak terhadap kerugian orang lain yang nilainya sangat besar. Untuk itu, tim penyuluh pun akan menyasar tidak saja kepada petani tapi juga anak-anak sekolah maupun para pemuda,”ujar lulusan Akmil 1996 itu

Sementara itu, kepada Kelompok Penyuluh Satgas Karhutla, Akiam sampaikan dirinya tidak pernah melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran tapi dengan mengunakan excavator kecil.

“Saya tidak pernah membuka lahan dengan cara membakar tapi gunakan excavator,” tegas nya.

Terkait musibah yang dialaminya, Akiam pun hanya pasrah dan berharap agar tidak terjadi lagi dan tidak ada korban seperti dirinya.

“Dengan kejadian ini, kami hanya bisa ikhlaskan karena pelakunya juga tidak tahu siapa,”ujar Akiam.

Dalam kunjungan itu, Sapta didampingi anggota tim penyuluh Satgas Karhutla TNI lainnya yaitu Kolonel Laut (Kh) Chumaedy, Kolonel Kes Robbi Mandolin serta Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Sertu Daniel.

Dengan adanya kegiatan penyuluhan kepada warga termasuk komitmen adat disini, Akiam menyambut baik karena berharap dapat menyadarkan warga untuk lebih waspada, seperti puntung rokok yang dapat menjadi penyulut kebakaran.

“Terima kasih atas kunjungannya dan semoga dengan adanya penyuluhan seperti ini bisa menyadarkan warga untuk lebih hati-hati. Dari kejadian ini, saya juga sebenarnya ingin ikut asuransi, tapi belum tahu bagaimana prosedurnya dan besarannya bayar tahunan (premi) tidak terlalu berat,”ujar di penuh harap.

“Kebakaran seperti ini bisa terjadi secara tiba-tiba di musim kemarau karena banyak ranting atau daun yang kering,”pungkasnya (Bgs).

Sumber : Penrem121/Abw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250