BeritaDaerahEdukasiKalbarRagamWarta Melawi

Mahasiswa Pecinta Alam “GEMPA” FISIP UNTAN Akan Gelar Ekspedisi Hulu Juang XXXV di Pedalaman Melawi, Bawa Misi Pendidikan, Kebencanaan, Konservasi, dan Film Dokumenter

72
×

Mahasiswa Pecinta Alam “GEMPA” FISIP UNTAN Akan Gelar Ekspedisi Hulu Juang XXXV di Pedalaman Melawi, Bawa Misi Pendidikan, Kebencanaan, Konservasi, dan Film Dokumenter

Sebarkan artikel ini
Gambar : Tim Ekspedisi Hulu Juang Angkatan XXXV

Wartamelawi.com, Pontianak – Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (GEMPA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyelenggaraan Ekspedisi Hulu Juang Angkatan XXXV. Kegiatan yang menjadi agenda wajib bagi anggota Angkatan XXXV tersebut akan dilaksanakan pada 10 hingga 19 Agustus 2026 di Dusun Tanjung Utama, Desa Madya Raya, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Mengusung tema “Pengabdian kepada Masyarakat melalui Aksi Sosial dan Edukasi dalam Rangka Memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ekspedisi ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang pendidikan, sosial, kebencanaan, pelestarian lingkungan, serta penguatan semangat nasionalisme.

Selain melaksanakan aksi sosial, para peserta juga akan mendokumentasikan potensi alam dan kehidupan masyarakat pedalaman Melawi melalui sebuah film dokumenter yang diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan alam dan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Ketua Panitia Ekspedisi Hulu Juang Angkatan XXXV, Dedy Alfajar Saputra, mengatakan bahwa Ekspedisi Hulu Juang merupakan agenda wajib organisasi yang tidak hanya bertujuan membentuk karakter anggota “GEMPA”, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ekspedisi Hulu Juang bukan sekadar perjalanan menjelajahi alam, tetapi merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, belajar dari kehidupan mereka, sekaligus memberikan kontribusi melalui program pendidikan, sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Dedy Alfajar Saputra. Selasa (28/07/2026).

Ia menjelaskan, Dusun Tanjung Utama dipilih sebagai lokasi ekspedisi karena memiliki kekayaan alam yang masih sangat terjaga serta masyarakat yang tetap memegang teguh nilai adat, budaya, dan semangat gotong royong. Kawasan tersebut juga memiliki potensi wisata alam yang besar melalui keberadaan Gunung Tukung yang masih alami dan belum banyak tersentuh aktivitas wisata.

Di sisi lain, masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya pada sektor pendidikan dan akses informasi. Fasilitas pendidikan di wilayah tersebut masih terbatas, sementara akses telekomunikasi belum merata. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi panitia untuk menghadirkan berbagai program yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selama hampir sepuluh hari pelaksanaan nanti, peserta ekspedisi akan menjalankan berbagai program pengabdian. Di bidang pendidikan, panitia akan melaksanakan perbaikan perpustakaan di SMP Negeri 3 Sayan disertai penyerahan bantuan buku bacaan sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Para mahasiswa juga akan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta memotivasi para pelajar untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Komitmen terhadap peningkatan kapasitas masyarakat juga diwujudkan melalui penyampaian materi penanggulangan bencana oleh narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi. Edukasi tersebut akan membahas mitigasi, kesiapsiagaan, serta langkah-langkah penanganan ketika terjadi bencana. Mengingat Kabupaten Melawi merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi banjir, kebakaran hutan dan lahan, maupun cuaca ekstrem, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selain itu, panitia turut menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Melawi untuk memberikan penyuluhan mengenai permasalahan sosial di masyarakat. Rangkaian kegiatan lainnya meliputi pembangunan papan nama di sejumlah titik Dusun Tanjung Utama, bakti sosial bersama masyarakat, serta penyelenggaraan berbagai perlombaan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbeda dari pelaksanaan ekspedisi sebelumnya, tahun ini panitia juga menghadirkan program pembuatan film dokumenter yang akan mengangkat kehidupan masyarakat Dusun Tanjung Utama, budaya lokal, potensi wisata, kondisi sosial, serta keindahan alam kawasan pedalaman Kabupaten Melawi. Film tersebut diharapkan menjadi media edukasi sekaligus dokumentasi yang mampu memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Melalui film dokumenter ini kami ingin mengangkat cerita tentang kehidupan masyarakat pedalaman, nilai-nilai budaya yang masih terjaga, serta potensi alam yang luar biasa. Kami berharap dokumentasi ini dapat menjadi media edukasi sekaligus promosi positif bagi Kabupaten Melawi,” kata Dedy.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga akan melaksanakan pendakian menuju Gunung Tukung. Pendakian tersebut tidak hanya bertujuan mencapai puncak gunung dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk mengeksplorasi keanekaragaman flora dan fauna yang masih terjaga di kawasan hutan Gunung Tukung.

Selama proses pendakian, peserta akan melakukan pengamatan serta pendokumentasian berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang dijumpai di sepanjang jalur pendakian. Dokumentasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam film dokumenter sebagai upaya mengenalkan kekayaan biodiversitas Kabupaten Melawi sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.

“Gunung Tukung menyimpan potensi flora dan fauna yang sangat menarik untuk dipelajari. Kami ingin mendokumentasikan kekayaan biodiversitas tersebut agar masyarakat semakin mengenal sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga kelestariannya. Pendakian ini bukan sekadar mencapai puncak, tetapi juga menjadi perjalanan ilmiah dan edukatif,” jelas Dedy.

Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 dengan upacara dan pengibaran Sang Saka Merah Putih di puncak Gunung Tukung sebagai simbol penghormatan kepada jasa para pahlawan serta wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Momentum Hari Kemerdekaan akan kami maknai melalui pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Tukung sebagai simbol nasionalisme. Kami berharap semangat cinta tanah air, kepedulian terhadap masyarakat, dan komitmen menjaga alam dapat terus tumbuh dalam diri setiap peserta maupun masyarakat yang terlibat,” tutup Dedy.

Panitia menjadwalkan keberangkatan peserta dari Pontianak pada 10 Agustus 2026 menuju Kabupaten Melawi sebelum melanjutkan perjalanan menuju Dusun Tanjung Utama. Seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga 19 Agustus 2026 sebelum rombongan kembali ke Pontianak.

Dengan menggabungkan program pendidikan, pengabdian sosial, edukasi kebencanaan, eksplorasi keanekaragaman hayati, serta produksi film dokumenter, Ekspedisi Hulu Juang XXXV diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pengabdian bagi masyarakat Dusun Tanjung Utama, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat pedalaman Kabupaten Melawi kepada Indonesia. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250