Wartamekawi.com, Sambas – Gedung Serbaguna Paroki Kabupaten Sambas menjadi saksi pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Sambas masa bakti 2025–2030. Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur strategis daerah. Senin (4/5/26).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Dandim 1208/Sambas, perwakilan Polres Sambas, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pengurus APKASINDO dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sambas. Turut hadir pula jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKASINDO Provinsi Kalimantan Barat.
Mewakili Ketua DPW APKASINDO Kalbar, Sekretaris DPW Agus Kuswara menegaskan bahwa Musyawarah Daerah bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis bagi organisasi.
“Musyawarah ini bukan hanya formalitas, tetapi momentum penting untuk merumuskan arah organisasi ke depan sekaligus memilih pemimpin yang mampu membawa aspirasi petani sawit,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menempatkan kepentingan petani di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Kita harus menjadikan musyawarah ini sebagai jembatan kesatuan. Kepentingan organisasi dan petani harus lebih diutamakan,” tegasnya.
Agus juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi petani sawit saat ini, mulai dari fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS), keterbatasan akses permodalan, persoalan legalitas lahan, hingga tuntutan penerapan standar keberlanjutan.
“Tantangan ini tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri. Di sinilah peran organisasi menjadi penting sebagai wadah memperjuangkan dan mencarikan solusi bagi petani,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Bupati H. Heroaldi Djuhardi Alwi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai sebagai momentum strategis bagi kemajuan sektor perkebunan di Kabupaten Sambas.
“Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa luas perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sambas telah mencapai 135.485 hektare, dengan 43.371 hektare di antaranya merupakan milik petani rakyat. Namun demikian, ia juga mengakui adanya sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama.
“Kita menyadari masih ada berbagai persoalan seperti fluktuasi harga, produktivitas, legalitas lahan, hingga tuntutan praktik ramah lingkungan. Ini perlu kita jawab bersama dengan sinergi yang kuat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sambas, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor perkebunan melalui peningkatan kapasitas petani, fasilitasi permodalan, penguatan kelembagaan, serta dorongan hilirisasi produk sawit.
“Kami berkomitmen mendukung petani melalui berbagai program, termasuk peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan agar petani semakin mandiri dan sejahtera,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan, termasuk pemanfaatan program beasiswa SDM Sawit yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
“Melalui program beasiswa SDM Sawit, kita ingin melahirkan generasi petani yang terampil, kompeten, dan siap bersaing di era modern,” ungkapnya.
Kepada pengurus yang baru dilantik, ia berpesan agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
“Jalankan amanah ini dengan baik, transparan, dan utamakan kepentingan anggota. Bangun sinergi dengan semua pihak untuk menjawab tantangan yang ada,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka rangkaian kegiatan Musyawarah Daerah dan Pelantikan DPD APKASINDO Kabupaten Sambas Tahun 2026. Momentum ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Kabupaten Sambas. (Bgs)













