Wartamelawi.com – Jajaran Polsek Kota Baru bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video viral di media sosial yang mengaitkan dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan dengan isu teror mengetuk pintu rumah warga di Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi. Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, polisi melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap sejumlah pihak pada Senin (8/6/2026).
Pemeriksaan dilakukan terhadap Firdaus, suami dari Ekomiati yang disebut sebagai korban dugaan penganiayaan, Nur Anisa Rahmawati selaku pemilik rumah yang dikabarkan menjadi sasaran teror, serta Muhammad Jefri Albukori yang disebut sebagai saksi dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil klarifikasi, polisi membenarkan bahwa Ekomiati mengalami tindakan pemukulan oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Namun, kejadian tersebut tidak memiliki hubungan dengan isu teror mengetuk pintu rumah warga yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban diketahui belum membuat laporan resmi ke Polsek Kota Baru karena masih berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan.
Sementara itu, Nur Anisa Rahmawati menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mendengar suara ketukan pintu sebagaimana yang beredar di masyarakat. Ia mengaku hanya mendengar suara benturan keras yang diduga mengenai dinding rumahnya.
Merasa khawatir dengan suara tersebut, Nur Anisa Rahmawati kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan itu didengar oleh Muhammad Jefri Albukori yang segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan di sekitar rumah, tidak ditemukan adanya orang maupun aktivitas yang mencurigakan.
Muhammad Jefri Albukori juga membenarkan bahwa dirinya datang ke lokasi setelah mendengar teriakan minta tolong. Akan tetapi, ia tidak menemukan siapa pun di sekitar rumah tersebut. Terkait informasi yang beredar mengenai adanya seseorang berpakaian hitam dan membawa senjata tajam, ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Kapolsek Kota Baru mengatakan bahwa hasil pemeriksaan sementara belum menemukan fakta yang mendukung adanya aksi teror sistematis di wilayah Kecamatan Tanah Pinoh.
“Setelah kami melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang terkait, diketahui bahwa peristiwa dugaan penganiayaan yang dialami korban memang benar terjadi. Namun hingga saat ini tidak ditemukan fakta yang menunjukkan adanya keterkaitan antara kejadian tersebut dengan isu teror mengetuk pintu rumah warga yang beredar di media sosial,” ujar Kapolsek Kota Baru.
Kapolsek menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik dan diharapkan tetap menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
“Keterangan yang kami peroleh dari saksi maupun pihak yang dikabarkan menjadi korban teror juga belum mengarah pada adanya aksi teror sistematis sebagaimana informasi yang berkembang di masyarakat. Karena itu kami mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
“Kami meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengamanan lingkungan secara bersama-sama.
“Apabila ada kejadian mencurigakan atau masyarakat merasa terancam, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti. Kami juga mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan ronda malam dan pos kamling sebagai upaya bersama menjaga keamanan lingkungan,” pungkas Kapolsek.
Polsek Kota Baru menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat terkait adanya aksi teror sistematis berupa ketukan pintu rumah warga di Kecamatan Tanah Pinoh. Kepolisian berharap masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*/Bgs).













