Wartamelawi.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, menghadiri prosesi Wisuda Sarjana Angkatan VIII STKIP Melawi Tahun 2026 yang digelar di Auditorium STKIP Melawi, Rabu (19/8/2026).
Kehadiran Drs. Paulus dalam kegiatan tersebut mewakili Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa. Prosesi wisuda turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Melawi Hendegi Januardi Usfa Yursa, unsur Forkopimda, jajaran pimpinan STKIP Melawi, dosen dan tenaga kependidikan, civitas akademika, orang tua mahasiswa, serta para wisudawan dan wisudawati.
Sebanyak 349 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dikukuhkan sebagai lulusan STKIP Melawi Angkatan VIII. Prosesi tersebut menjadi momentum penting setelah para mahasiswa menyelesaikan rangkaian pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam sambutan Bupati Melawi yang dibacakannya, Sekda Drs. Paulus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana.
Ia mengatakan, wisuda bukan hanya menjadi tanda berakhirnya masa pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk memasuki fase kehidupan yang penuh tantangan dan tanggung jawab.
“Wisuda bukan sekadar seremoni pengukuhan gelar akademik. Wisuda merupakan momentum yang menandai berakhirnya satu fase perjuangan sekaligus menjadi awal dari perjalanan baru yang lebih besar,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Sekda juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama para mahasiswa menjalani pendidikan. Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa hingga memperoleh gelar sarjana tidak terlepas dari doa, dukungan, kesabaran, dan pengorbanan keluarga.
Apresiasi serupa diberikan kepada para dosen dan tenaga kependidikan STKIP Melawi yang telah berperan dalam memberikan ilmu, pembinaan, serta pendampingan kepada mahasiswa selama menjalani proses akademik.
Memasuki dunia kerja, para lulusan diingatkan agar tidak hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan akademik. Mereka juga dituntut memiliki karakter yang kuat, integritas, kemampuan beradaptasi, kreativitas, komunikasi yang baik, serta kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Menurut Sekda, perubahan zaman dan perkembangan teknologi membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia semakin kompleks. Karena itu, proses belajar tidak boleh berhenti setelah seseorang mendapatkan gelar sarjana.
Khusus bagi lulusan yang akan menekuni profesi sebagai guru, Sekda menegaskan bahwa tenaga pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan kualitas generasi masa depan.
“Guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan, membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menumbuhkan harapan bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan STKIP Melawi mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dari sisi intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kepekaan terhadap berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Para sarjana juga diminta memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan. Namun, kemajuan teknologi tersebut harus tetap diimbangi dengan penerapan etika, nilai moral, dan kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi kembali menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu bagian utama dalam mendukung pembangunan daerah.
Sekda menyampaikan bahwa kemajuan suatu daerah tidak cukup hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya alam. Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mengelola potensi daerah sekaligus menciptakan inovasi dan pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, keberadaan perguruan tinggi seperti STKIP Melawi dinilai memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Sekda berharap STKIP Melawi terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kompetensi lulusan, serta menghadirkan proses pembelajaran yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Para lulusan juga didorong untuk tidak melupakan daerah dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Melawi. Ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan dapat diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Di mana pun saudara berada dan apa pun profesi yang saudara jalankan, tetaplah membawa nama baik almamater, keluarga, dan daerah,” pesan Sekda.
Menutup sambutannya, Drs. Paulus kembali menyampaikan selamat kepada 349 wisudawan dan wisudawati STKIP Melawi Angkatan VIII. Ia berharap gelar akademik yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan, mengembangkan potensi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga berharap STKIP Melawi semakin mampu menjalankan perannya dalam mencetak generasi muda Melawi yang unggul, berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
“Jangan takut bermimpi, jangan takut mencoba, dan jangan pernah berhenti memberikan manfaat,” tutupnya. (Bgs).
















