Berita MelawiPemerintahWarta Melawi

17 Mahasiswa Universitas PGRI Pontianak Jalani PLP-2 di Melawi, Ditempatkan di Empat Sekolah

44
×

17 Mahasiswa Universitas PGRI Pontianak Jalani PLP-2 di Melawi, Ditempatkan di Empat Sekolah

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com – Sebanyak 17 mahasiswa Universitas PGRI Pontianak resmi diterima Pemerintah Kabupaten Melawi untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)-2 Tahun Akademik 2026/2027. Para mahasiswa tersebut akan menjalani kegiatan praktik lapangan di sejumlah sekolah mitra di Kecamatan Nanga Pinoh.

Penerimaan mahasiswa PLP-2 berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, Senin (31/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Melawi, Jaya Sutardi, S.H., hadir mewakili Bupati Melawi untuk menerima rombongan mahasiswa Universitas PGRI Pontianak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Universitas PGRI Pontianak Dr. Suherdiyanto, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, perwakilan sekolah mitra, dosen pembimbing, guru pamong, serta para mahasiswa peserta PLP-2.

Berdasarkan laporan koordinator Dosen Pembimbing, Dr. Adisti Primi Wulan, M.Pd., sebanyak 17 mahasiswa akan mengikuti program praktik persekolahan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah program studi kependidikan dan akan menjalani PLP-2 di empat sekolah yang telah ditetapkan sebagai mitra di Nanga Pinoh.

Mewakili Bupati Melawi, Jaya Sutardi menyampaikan apresiasi kepada Universitas PGRI Pontianak yang kembali memilih Kabupaten Melawi sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pengenalan lapangan bagi mahasiswa kependidikan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Melawi, kami mengapresiasi serta mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa Universitas PGRI Pontianak yang akan melaksanakan PLP-2 di Kabupaten Melawi,” ujarnya.

Menurut Jaya, PLP-2 memiliki arti penting bagi mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk melihat sekaligus merasakan secara langsung dinamika kehidupan di lingkungan sekolah. Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji dan menerapkan pengetahuan yang selama ini diperoleh melalui proses perkuliahan.

Ia menjelaskan, kegiatan PLP tidak sebatas memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter dan profesionalisme mahasiswa sebagai calon pendidik. Melalui interaksi langsung di sekolah, mahasiswa diharapkan mampu mengenali karakter peserta didik, memahami budaya sekolah, serta mengembangkan kemampuan dalam menyusun dan melaksanakan pembelajaran.

Pemerintah Kabupaten Melawi berharap pelaksanaan PLP-2 dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta untuk memperkuat kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan pedagogis, kreativitas, kedisiplinan, serta sikap profesional yang dibutuhkan ketika nantinya terjun ke dunia pendidikan.

Jaya menilai perkembangan teknologi informasi serta perubahan sosial dan budaya yang berlangsung cepat menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Kondisi tersebut menuntut tersedianya sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan calon pendidik agar memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Semoga kegiatan ini semakin meningkatkan pengetahuan dan wawasan praktis mahasiswa dalam disiplin ilmu masing-masing, sehingga mampu memahami dan mengaplikasikan antara teori dan praktik,” katanya.

Dari 17 peserta PLP-2, mahasiswa berasal dari berbagai bidang kependidikan, meliputi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Sejarah, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Penempatan mahasiswa dilakukan di empat sekolah mitra. Sebanyak empat mahasiswa ditempatkan di SMP Negeri 1 Nanga Pinoh, lima mahasiswa di SMP Negeri 2 Nanga Pinoh, empat mahasiswa di SMA Negeri 1 Nanga Pinoh, dan empat mahasiswa lainnya di SMA Negeri 2 Nanga Pinoh.

Program PLP-2 tersebut dijadwalkan berlangsung selama lebih dari tiga bulan, yakni mulai 1 September hingga 11 Desember 2026.

Selama berada di sekolah, para mahasiswa akan mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan proses pendidikan. Mereka akan mempelajari karakteristik peserta didik, mengamati kegiatan pembelajaran, berkoordinasi dengan guru, mengenal tata kelola serta budaya sekolah, hingga memperoleh pengalaman dalam menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran sesuai bidang studi masing-masing.

Pemkab Melawi juga menyampaikan penghargaan kepada Universitas PGRI Pontianak atas kepercayaan dan kerja sama yang kembali diberikan dalam pelaksanaan PLP. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta, tetapi juga membawa manfaat positif bagi sekolah dan turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Melawi.

Bagi Universitas PGRI Pontianak, kegiatan PLP menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan calon tenaga pendidik yang profesional. Pengalaman langsung di lingkungan sekolah diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, sekaligus membangun sikap tanggung jawab, kreativitas, kedisiplinan, dan keteladanan yang harus dimiliki seorang guru.

Menutup sambutannya, Jaya Sutardi berpesan agar seluruh mahasiswa mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menjaga nama baik almamater selama berada di Kabupaten Melawi. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama menjalani PLP-2 dapat menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja dan mengabdikan diri sebagai pendidik.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Melawi, mahasiswa Universitas PGRI Pontianak yang akan melaksanakan PLP-2 di Kabupaten Melawi secara resmi kami terima,” pungkasnya. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250