Wartamelawi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui operasi satgas darat maupun udara di sejumlah wilayah yang masih terdapat titik kebakaran.
Berdasarkan Briefing Pagi BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Selasa, 25 Agustus 2026, operasi udara masih menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pemadaman Karhutla, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau tim pemadam di darat.
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, SE., S.Pd, mengatakan upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengandalkan hasil patroli udara, laporan Satgas Darat, serta pemantauan kondisi di lapangan.
“Penanganan Karhutla terus dilakukan secara reaktif, cepat dan tangguh. Patroli udara menjadi bagian penting untuk menemukan titik-titik kebakaran, kemudian ditindaklanjuti dengan water bombing berdasarkan hasil pemantauan dan permintaan Satgas Darat,” ujar Daniel. Selasa (25/08/2026).
Dalam operasi water bombing, sejumlah helikopter dikerahkan untuk melakukan pemadaman di beberapa wilayah, di antaranya Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Sambas dan Kayong Utara.
Helikopter Super Puma H225 Reg. VH-HGM telah melaksanakan 24 sorti dengan total 568 kali bombing dan mengguyurkan sekitar 2.272.000 liter air. Operasi tersebut antara lain menyasar Desa Kuala Satong dan Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, berdasarkan permintaan Satgas Darat dan hasil patroli udara.
Sementara itu, Helikopter Sikorsky UH-60L Reg. VH-L6T mencatat 21 sorti dengan 807 kali bombing atau sekitar 3.228.000 liter air. Operasi dilakukan di Desa Sungai Bulan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Penanganan juga dilakukan menggunakan Helikopter MI-172 Reg. VN-8424 yang telah melaksanakan 19 sorti, 484 kali bombing dan mengguyurkan 1.936.000 liter air. Pemadaman diarahkan ke Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas.
Sedangkan Helikopter MI-17-1V Reg. VN-8416 tercatat melakukan 17 sorti dengan 376 kali bombing dan total 1.504.000 liter air. Operasi tersebut menyasar Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.
Dari data beberapa operasi water bombing tersebut, setidaknya 2.490 kali bombing telah dilakukan dengan total sekitar 9,96 juta liter air yang diguyurkan ke lokasi Karhutla.
Selain itu, BPBD Kalbar juga mencatat operasi water bombing menggunakan Helikopter Sikorsky EH-60A Reg. N61AA di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Helikopter tersebut telah mencatat 255 kali bombing dengan total 1.020.000 liter air.
Daniel menegaskan bahwa pemadaman dari udara dilakukan dengan memperhatikan hasil pemantauan serta kondisi masyarakat yang berada di sekitar lokasi sasaran.
“Koordinasi antara Satgas Udara dan Satgas Darat menjadi sangat penting agar water bombing dapat diarahkan pada lokasi yang tepat dan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat yang berada di sekitar area kebakaran,” jelasnya.
Berdasarkan data luasan lahan yang dipantau dalam operasi udara, Helikopter Super Puma H225 mencatat area terbakar sekitar 335 hektare, dengan sekitar 129 hektare di antaranya telah dipadamkan.
Kemudian Sikorsky UH-60L mencatat sekitar 125,5 hektare lahan terbakar dan 62,5 hektare telah dipadamkan. Sikorsky EH-60A mencatat 95 hektare lahan terbakar dengan 42 hektare telah dipadamkan.
Sementara MI-172 mencatat sekitar 52,5 hektare lahan terbakar dengan 21 hektare telah dipadamkan, sedangkan MI-17-1V mencatat sekitar 63 hektare lahan terbakar dan 25 hektare telah dipadamkan.
Secara keseluruhan, dari lima unit helikopter tersebut tercatat sekitar 671 hektare area terbakar dengan sekitar 279,5 hektare telah berhasil dipadamkan melalui dukungan operasi udara.
Di sisi lain, BPBD Kalbar juga terus melaksanakan patroli udara untuk mendeteksi titik-titik kebakaran. Helikopter Bell 206 L4 dari Ketapang Base telah menyelesaikan sembilan sorti dengan total waktu terbang 32 jam 29 menit, dengan wilayah patroli mencakup bagian utara dan selatan Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara serta Kabupaten Kubu Raya.
Patroli udara dari Pontianak Base menggunakan Helikopter Bell 206 B3 juga telah mencatat 12 sorti dengan total waktu terbang 38 jam 52 menit, mencakup wilayah Kubu Raya, Landak, Sanggau dan Sekadau.
Selain patroli dan pemadaman, BPBD Kalbar sebelumnya juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan 208B. Dalam kegiatan tersebut tercatat enam sorti dengan total waktu terbang 12 jam 34 menit serta penggunaan 4.000 kilogram bahan semai NaCl, dengan sisa bahan semai sebanyak 1.000 kilogram.
Daniel mengajak seluruh masyarakat, khususnya petani dan pemilik lahan, ikut membantu kelancaran operasi pemadaman dari udara dengan memberikan tanda yang mudah terlihat pada lahan yang sedang digarap.
“Kami mengimbau masyarakat dan para petani yang menggarap lahan terbuka untuk memberikan tanda berupa patok atau bendera di empat sudut penjuru lahan. Tanda tersebut penting agar lokasi lahan dapat dikenali dan mengurangi risiko kesalahan sasaran saat pelaksanaan operasi udara,” ungkap Daniel.
Imbauan tersebut juga tercantum dalam catatan operasional BPBD Kalbar bagi operator helikopter patroli dan water bombing. Operator diminta memastikan lokasi sasaran tidak terdapat petani, penjaga lahan maupun gubuk atau pondok sebelum melaksanakan pemadaman.
BPBD Kalbar memastikan patroli dan pemadaman akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan. Satgas Darat juga tetap melaksanakan patroli dan pemadaman di wilayah masing-masing sebagai bagian dari penanganan Karhutla secara terpadu.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, petugas di lapangan dan masyarakat harus saling mendukung agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” pungkas Daniel. (Bgs).















