Wartamelawi.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat terus dilakukan secara intensif. Berdasarkan Briefing Malam BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 25 Agustus 2026, operasi penanggulangan melibatkan patroli udara, water bombing, serta pemadaman dan pendinginan oleh satuan tugas darat di sejumlah kabupaten/kota.
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, SE., S.Pd, mengatakan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan kekuatan satgas udara dan satgas darat. Menurutnya, pemantauan melalui udara penting untuk menemukan titik panas sekaligus memastikan lokasi yang memerlukan penanganan segera.
“Penanganan Karhutla terus kita lakukan secara terpadu, baik melalui patroli udara maupun water bombing, serta dukungan tim darat. Setiap titik yang terpantau akan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan,” ujar Daniel. Rabu (26/08/2026).
Salah satu operasi water bombing dilakukan dari Ketapang Base menggunakan helikopter Sikorsky EH-60A Reg. N61AA. Operasi tersebut diarahkan ke wilayah Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, atas permintaan satgas darat dan melanjutkan kegiatan water bombing sebelumnya. Dalam kegiatan hari itu tercatat 100 kali bombing dengan total 400.000 liter air dalam dua sorti.
Selain itu, water bombing juga dilaksanakan menggunakan helikopter Super Puma H225 Reg. VH-HGM dari Pontianak Base. Sasaran operasi berada di Desa Kuala Satong dan Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. Dari dua sorti tersebut, masing-masing dilakukan 22 dan 28 kali penyiraman dengan total 200.000 liter air, sementara titik panas masih terpantau berasap.
Daniel menjelaskan, operasi pemadaman dari udara terus diarahkan ke lokasi yang dinilai membutuhkan penanganan berdasarkan hasil pemantauan dan permintaan satgas darat. “Kondisi di lapangan terus berubah. Karena itu, koordinasi antara tim udara dan tim darat menjadi sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan titik api tidak kembali meluas,” katanya.
Data briefing BPBD Kalbar juga mencatat penggunaan sejumlah helikopter dalam operasi pemadaman. Pada beberapa unit yang telah memiliki data luasan, antara lain Super Puma H225 mencatat luas lahan terbakar sekitar 345 hektare dengan sekitar 132 hektare telah dipadamkan. Helikopter Sikorsky UH-60L mencatat sekitar 130,5 hektare lahan terbakar dan 66,5 hektare telah dipadamkan, sedangkan Sikorsky EH-60A mencatat sekitar 105 hektare terbakar dan 46 hektare telah dipadamkan.
Operasi udara lainnya juga mencatat penanganan di sejumlah wilayah. Helikopter MI-172 Reg. VN-8424 memiliki catatan sekitar 57,5 hektare lahan terbakar dan 24 hektare telah dipadamkan, sedangkan helikopter MI-17-1V Reg. VN-8416 mencatat sekitar 68 hektare lahan terbakar dan 23 hektare telah dipadamkan.
Di sisi darat, upaya pemadaman, pendinginan, ground check dan pengendalian Karhutla juga terus dilakukan oleh berbagai unsur. Polda Kalbar melaporkan kegiatan patroli, pemadaman dan pelokalisiran api di Jalan Parit Sembin, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, termasuk di sekitar Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1.
Sementara itu, Manggala Agni dan DLHK Kalbar melakukan ground check serta pengendalian Karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bengkayang, Sambas, Sintang dan Kapuas Hulu. Di wilayah Sambas, kegiatan ground check dan pengendalian dilakukan di sejumlah desa seperti Sungai Kumpai, Sungai Baru, Berlimang, Teluk Kaseh, Merubung, Sengawang, Lela, SB Kolam dan Tempapan Hulu.
Daniel mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca yang mendukung cepatnya penyebaran api. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan adanya api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan lebih cepat. Pencegahan dan kewaspadaan masyarakat sangat membantu dalam menekan meluasnya Karhutla,” tegas Daniel.
BPBD Kalbar juga memberikan perhatian terhadap keselamatan penerbangan dalam pelaksanaan water bombing. Para operator helikopter diminta memastikan keberadaan petani, penjaga lahan maupun bangunan seperti gubuk atau pondok di lokasi sasaran. Masyarakat yang menggarap lahan terbuka juga disarankan memasang tanda berupa patok atau bendera di empat sudut lahan agar lokasi dapat lebih mudah dikenali dari udara.
Dengan masih ditemukannya sejumlah lokasi yang berasap dan memerlukan penanganan, operasi Karhutla di Kalimantan Barat masih terus berlangsung. BPBD bersama seluruh unsur satgas akan melanjutkan pemantauan, pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke wilayah lainnya. (Bgs).













