BeritaPontianakWarta Luar DaerahWarta Melawi

Langkah Nyata APMI Kalbar, Perkuat SDM Perkebunan Lewat Kerja Sama Kampus Untan

166
×

Langkah Nyata APMI Kalbar, Perkuat SDM Perkebunan Lewat Kerja Sama Kampus Untan

Sebarkan artikel ini

Wartamelawi.com, Pontianak – Upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor perkebunan terus didorong oleh Badan Pengurus Wilayah (BPW) Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) Kalimantan Barat. Melalui agenda audiensi strategis, APMI Kalbar bertemu dengan jajaran pimpinan Universitas Tanjungpura guna membangun sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang lebih terarah dan berkelanjutan. Rabu (6/5/26).

Pertemuan tersebut turut melibatkan Dewan Pimpinan Wilayah APKASINDO Kalbar, yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Diklat dan Pengembangan SDM Mahathir Muhammad serta Sekretaris DPW Agus Kuswara. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan melalui penguatan kapasitas SDM.

Rombongan APMI disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (Warek IV) Untan, R. M. Rustamaji, yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Teknik. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian, Eva Dolorosa, bersama jajaran pimpinan fakultas lainnya.

Dalam pemaparannya, Ketua BPW APMI Kalbar menjelaskan secara komprehensif mengenai profil organisasi, mulai dari legalitas, visi-misi, hingga rencana kerja jangka pendek dan panjang. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah rencana pembentukan Badan Pengurus Kampus APMI sebagai wadah pembinaan mahasiswa, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan, agar mampu mencetak generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Rustamaji menyampaikan apresiasi atas inisiatif APMI Kalbar. Ia menilai kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan dunia akademik dengan realitas industri. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara teori, tetapi juga siap kerja, adaptif, dan inovatif.

“Universitas sangat terbuka untuk menjalin kerja sama yang lebih luas, mulai dari pengembangan kurikulum, riset kolaboratif, pengabdian masyarakat, hingga akses pelatihan bagi mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Mahathir Muhammad menyoroti persoalan serius yang dihadapi Kalimantan Barat, yakni tingginya angka putus sekolah yang mencapai sekitar 116 ribu orang, mayoritas berasal dari keluarga petani.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, sinergi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi dinilai menjadi solusi penting dalam membuka akses pendidikan alternatif serta pelatihan keterampilan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan program nyata, termasuk pendidikan kesetaraan dan peningkatan kapasitas bagi generasi muda, agar tetap memiliki peluang untuk berkembang,” jelasnya.

Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh keakraban. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini melalui penyusunan nota kesepahaman serta implementasi program prioritas yang relevan dengan kebutuhan daerah. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250