Berita MelawiDaerahKecamatanParlemenWarta Melawi

Tri Susanti Anggota DPRD Melawi Soroti Kelangkaan Pertalite dan Gas 3 Kg di Kota Baru, Harga Eceran Melambung

44
×

Tri Susanti Anggota DPRD Melawi Soroti Kelangkaan Pertalite dan Gas 3 Kg di Kota Baru, Harga Eceran Melambung

Sebarkan artikel ini
Gambar : Hj. Tri Susanti, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Melawi, Fraksi PAN

Wartamelawi.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan gas LPG 3 kilogram (kg) dikeluhkan masyarakat di wilayah Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi.

Keluhan tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Melawi sekaligus anggota Fraksi PAN, Hj. Tri Susanti. Ia menyebut kondisi di lapangan cukup memprihatinkan karena masyarakat kesulitan mendapatkan Pertalite di SPBU maupun LPG 3 kg di pangkalan.

Gambar : Hj. Tri Susanti, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Melawi, Fraksi PAN

Akibat tidak tersedianya pasokan di tempat resmi tersebut, masyarakat akhirnya terpaksa membeli kebutuhan tersebut melalui pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi.

“Kelangkaan ini terjadi karena di SPBU tidak ada Pertalite. Begitu juga gas LPG 3 kilogram, di pangkalan juga tidak ada. Akhirnya masyarakat terpaksa membeli di tingkat pengecer,” ujar Tri Susanti. Selasa (18/08/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat harga Pertalite di tingkat pengecer melonjak hingga sekitar Rp25 ribu per liter. Sementara LPG 3 kg juga disebut mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan dapat mencapai Rp45 ribu per tabung.

“Untuk Pertalite, karena tidak tersedia di SPBU, masyarakat membeli di pengecer dengan harga yang bisa mencapai Rp25 ribu per liter. Gas 3 kilogram juga demikian, karena di pangkalan tidak ada, masyarakat membeli di pengecer dan harganya bisa mencapai Rp40 ribu,” jelasnya.

Tri Susanti menilai kondisi ini sangat membebani masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil yang sehari-hari membutuhkan BBM maupun LPG untuk menunjang aktivitas mereka.

Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan penyebab tidak tersedianya pasokan di SPBU dan pangkalan.

“Kami meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengecek kondisi ini. Harus diketahui kenapa Pertalite tidak tersedia di SPBU dan LPG 3 kilogram tidak tersedia di pangkalan. Jangan sampai masyarakat terus-menerus kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar,” katanya.

Ia juga meminta pengawasan terhadap rantai distribusi diperketat. Menurutnya, ketika stok di jalur resmi tidak tersedia, masyarakat akan semakin bergantung kepada pengecer sehingga berpotensi menyebabkan harga semakin tinggi.

“Kalau di SPBU dan pangkalan tidak ada, masyarakat mau tidak mau mencari ke pengecer. Di situlah harga menjadi sangat tinggi. Kondisi seperti ini tentu harus segera dicarikan solusi,” tegas Tri Susanti.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Melawi, membidangi sektor ekonomi, keuangan, perkebunan, perdagangan, tenaga kerja, aset daerah, serta pertanian dari Dapil Melawi 3, Hj. Tri Susanti menyatakan akan terus menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat terkait persoalan kebutuhan dasar tersebut.

Ia berharap pemerintah dapat segera memastikan pasokan Pertalite dan LPG 3 kg kembali tersedia di SPBU dan pangkalan, sehingga masyarakat tidak lagi dipaksa membeli melalui pengecer dengan harga yang memberatkan.

“Masyarakat membutuhkan kepastian. Pertalite harus tersedia di SPBU dan LPG 3 kilogram harus tersedia di pangkalan. Jangan sampai masyarakat hanya bisa mendapatkan barang tersebut dari pengecer dengan harga yang sangat tinggi,” pungkasnya. (Bgs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250Example 728x250